Menurut sebuah penelitian, menggosok gigi kurang dari dua kali sehari, secara signifikan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
Riset ini menemukan bahwa mereka yang menggosok gigi kurang dari 70 persen lebih beresiko dibandingkan dengan mereka yang secara teratur membersihkan gigi mereka pagi dan malam.
Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara penyakit gusi dan jantung.
Meskipun mereka tidak meyakini alasan sebenarnya, para ahli percaya bahwa hal itu dapat terjadi akibat peradangan di mulut dan gusi, yang diyakini terkait dengan penyumbatan arteri.
Penelitian ini pertama kalinya menilai seberapa sering seseorang semestinya menggosok gigi mereka, guna mengurangi resiko penyakit ini.
Prof. Richard Watt, dari Universitas College London, seperti dilansir telegraph mengatakan, "Hasil-hasil penelitian kami telah dikonfirmasi dan diperkuat asosiasi kesehatan mulut dan resiko penyakit jantung."
Penelitian ini menyajikan lebih dari 11.000 data orang dewasa.
Seluruh relawan ditanyai tentang perilaku dan gaya hidup mereka, termasuk seberapa sering mereka menggosok gigi.
Sejumlah perawat meminta informasi tentang sejarah medis dan riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung, seperti tekanan dan sampel darah.
Hal ini dilakukan kurang lebih selama delapan tahun.
Namun, para peneliti mengatakan bahwa secara keseluruhan mereka yang beresiko terserang penyakit jantung terjadi pada mereka yang kurang menjaga kesehatan mulut.
Dan temuan ini menunjukkna bahwa sebagian dari mereka secara teliti, membersihkan gigi mereka.
Para peneliti mengatakan, lebih dari dua pertiga atau sekitar 71 persen dari kelompok ini menggosok gigi mereka, sedikitnya dua kali sehari.
Temuan ini diterbitkan secara online oleh British Medical Journal. (blog.victoricohidayanto.com/Erabaru/telegraph/sua)