Langsung ke konten utama

Internet Murah Dan Cepat Dari FastNet (FirstMedia)

Sepertinya Internet paling murah dengan kecepatan tinggi masih disandang oleh FirstMedia melalui produknya FastNet. Perusahaan broadband milik group Lippo tersebut meningkatkan kecepatan hingga 2 (dua) kali lipat. Namun tarifnya tetap murah.
"Meskipun bandwidth mereka kami tingkatkan jadi dua kali lipat, tarif mereka tidak ikut naik," kata Dedy Handoko, Product Development and Marketing First Media, di sela peluncuran program 'Double Your Speed with Fastnet'.
Dikutip dari fastnet-surabaya.blogspot.com, area di Surabaya yang terjangkau Fast.Net adalah seperti pada peta dibawah ini:
Harga yang sangat murah (kualitas dan kecepatan dibandingkan dengan operator lain).
Sayangnya untuk daerah rungkut masih lom terkover dengan baik. :) Ayoo fastnet... kembangkan sayapmu.



Klik link dibawah ini segera, loe akan dapetin suatu KEAJAIBAN !!!

Postingan populer dari blog ini

Sewa / Rental Motor di Surabaya

Sudah dua orang teman yang menanyakan tentang rental / sewa motor di surabaya, apakah memang ada? Bukannya motor lebih cepat hilang/dicuri daripada mobil? siapa yang mau menyewakan motornya? Naah, dari pertanyaan tersebut, ternyata memang ada tempat sewa / rental motor di Surabaya, namanya MotoRent, di Jakarta, motorent sudah memiliki banyak client (dalam hal ini adalah perusahaan yang memerlukan motor untuk pegawainya).

RIM Beri Garansi BlackBerry 2 Tahun di Indonesia, Maknyuss!!

Research in Motion (RIM) semakin memanjakan konsumennya. Hari ini RIM mengumumkan model garansi baru selama 24 bulan bagi pengguna BlackBerry di Indonesia. Layanan tersebut berlaku untuk pembelian BlackBerry mulai 15 Juli lalu. Mulai saat itu, pembeli mendapatkan kartu garansi yang dikeluarkan salah satu dari tiga distributor lokal, yaitu PT Teletama Artha Mandiri, PT Comtech Cellular, dan PT Selular Media Infotama.

Penanganan Cyber Crime Butuh Keseriusan Semua Pihak

Upaya penanganan cybercrime membutuhkan keseriusan semua pihak. Ini mengingat teknologi informasi khususnya internet telah dijadikan sebagai sarana membangun masyarakat yang berbudaya informasi.   Begitu pula keberadaan undang-undang yang mengatur cybercrime, kata ERLANGGA MASDIANA Kriminolog Universitas Indonesia, memang diperlukan. "Akan tetapi apalah arti undang-undang jika pelaksana dari undang-undang tidak memiliki kemampuan atau keahlian dalam bidang itu. Dan masyarakat yang jadi sasaran dari undang-undang tersebut tidak mendukung tercapainya tujuan pembentukan hukum tersebut,”ujar ERLANGGA, dalam siaran persnya. ERLANGGA menjelaskan meski Indonesia menduduki peringkat pertama dalam cybercrime di 2004, namun jumlah kasus yang diputus pengadilan tidaklah banyak. Dalam hal ini angka   dark number   cukup besar dan data yang dihimpun Polri juga bukan data yang berasal dari investigasi Polri.