Dengan menggunakan satu modem saja, saya berusaha browsing dan ternyata menemukan Load Balance Router TP Link TL-R488T, langsung deh pesan Router tersebut seharga (Rp.2jtan) dan segera Saya Upgrade Firmware karena di situsnya tersedia upgrade Firmware untuk tipe TL-R488T.
Langkah menggunakannya pun cukup mudah, karena terbiasa dengan prolink, disediakan 3 macam tipe koneksi, dynamic IP, PPOE (biasa digunakan speedy), dan Static IP (bagi yang berlangganan Dedicated IP).
Berikut tampilan utama TP-Link R488T
Langkah menggunakannya pun cukup mudah, karena terbiasa dengan prolink, disediakan 3 macam tipe koneksi, dynamic IP, PPOE (biasa digunakan speedy), dan Static IP (bagi yang berlangganan Dedicated IP).
Berikut tampilan utama TP-Link R488T
Salah satu yang membuat nilai plus pada TP-Link ini adalah kemampuannya pada fasilitas QoS (Quality Of Service) yang berfungsi untuk membatasi bandwidth, Excellent. Berikut tampilan IP Client yang telah dibatasi.
Kemampuan yang patut dibanggakan adalah, jika Prolink maksimal Speed Download adalah 1 line Speedy ( 1 Mbps) namun di gedung saya troughput 1 line hanya 800 Kbps-an, lain halnya dengan TP-Link R488T, ternyata kemampuan dari 3 Speedy tersebut benar-benar dia gabung kecepatannya sehingga ini yang benar-benar mengejutkan bagi saya.
Berikut kecepatan ketika saya download update Avira Antivir yang mencapai 300 KB (B-kapital), 300 x 8 = 2,4 Mbps. Woow... mayan laah.
Berikut kecepatan ketika saya download update Avira Antivir yang mencapai 300 KB (B-kapital), 300 x 8 = 2,4 Mbps. Woow... mayan laah.
Keunggulannya juga terletak pada adapter yang sudah menjadi satu di dalamnya, mirip Switch-DLink. Semoga arus tinggi PLN tidak sampai merusakkan (lagi) Load Balance Router Saya. :D
blog.victoricohidayanto.com/
blog.victoricohidayanto.com/