Langsung ke konten utama

Mengapa Pria Kaya Cenderung Berperut Buncit

Uang memang bukan segalanya. Tapi, kekayaan melimpah membuat seseorang lebih mudah mewujudkan keinginannya. Mulai dari kebutuhan primer hingga tersier.
Bagi mereka yang kaya, pemenuhan kebutuhan pangan seringkali bukan sekedar menghilangkan lapar, tapi juga meningkatkan gaya hidup. Tak jarang makanan mewah, yang identik dengan kalori tinggi, menjadi santapan harian.
Studi terbaru Departemen Sosiologi Universitas Montreal Kanada mengungkap bahwa pria kaya cenderung berperut buncit. Pria cenderung tak peduli menyantap makanan berkalori tinggi setiap hari. Sedangkan wanita masih memiliki kontrol untuk menyantap makanan berkalori tinggi. 
Studi yang dipimpin Nathalie Dumas itu menganalisa data dari Canadian Community Health Survey (CCHS) tahun 2004. Data ini berisi informasi milik 7.000 orang usia 25-65 tahun. Hasil analisa menyimpulkan bahwa status sosial ekonomi berpengaruh kuat terhadap ukuran tubuh.
"Sejak tahun 1980-an, terjadi peningkatan penderita obesitas yang cukup mencolok di kalangan pria kaya di Kanada dan Korea," kata Dumas. "Orang Kanada sangat suka makan di restoran. Dan, mayoritas dari mereka tidak peduli dengan apa yang mereka makan, yang penting enak. Mereka tak sadar makan banyak kalori dan alkohol." 

blog.victoricohidayanto.com | source
Dapetin KEAJAIBAN dengan klik link ini:

Postingan populer dari blog ini

Sewa / Rental Motor di Surabaya

Sudah dua orang teman yang menanyakan tentang rental / sewa motor di surabaya, apakah memang ada? Bukannya motor lebih cepat hilang/dicuri daripada mobil? siapa yang mau menyewakan motornya? Naah, dari pertanyaan tersebut, ternyata memang ada tempat sewa / rental motor di Surabaya, namanya MotoRent, di Jakarta, motorent sudah memiliki banyak client (dalam hal ini adalah perusahaan yang memerlukan motor untuk pegawainya).

Penanganan Cyber Crime Butuh Keseriusan Semua Pihak

Upaya penanganan cybercrime membutuhkan keseriusan semua pihak. Ini mengingat teknologi informasi khususnya internet telah dijadikan sebagai sarana membangun masyarakat yang berbudaya informasi.   Begitu pula keberadaan undang-undang yang mengatur cybercrime, kata ERLANGGA MASDIANA Kriminolog Universitas Indonesia, memang diperlukan. "Akan tetapi apalah arti undang-undang jika pelaksana dari undang-undang tidak memiliki kemampuan atau keahlian dalam bidang itu. Dan masyarakat yang jadi sasaran dari undang-undang tersebut tidak mendukung tercapainya tujuan pembentukan hukum tersebut,”ujar ERLANGGA, dalam siaran persnya. ERLANGGA menjelaskan meski Indonesia menduduki peringkat pertama dalam cybercrime di 2004, namun jumlah kasus yang diputus pengadilan tidaklah banyak. Dalam hal ini angka   dark number   cukup besar dan data yang dihimpun Polri juga bukan data yang berasal dari investigasi Polri.

Kiat Atasi Konflik Pernikahan Tanpa Emosi

Bukanlah hal yang mustahil untuk menyelesaikan konflik tanpa menyulut emosi. Meredam konflik lalu membiarkannya berlarut-larut juga bukan merupakan ide yang bagus. Berikut beberapa langkah menyelesaikan konflik tanpa emosi 1. Klarifikasi Pastikan benar apa yang menjadi masalah Anda dan pasangan. Jangan sampai Anda sudah berbicara panjang lebar, namun tidak sesuai dengan apa yang dirasakan pasangan. Cobalah klarifikasi dulu hal-hal yang Anda berdua akan diskusikan. Salah pengertian bisa menyulut emosi Anda dan pasangan.