Langsung ke konten utama

Mudahnya Monitoring Memakai IP Camera (Kamera Internet Protokol)





Produk IP Camera pertama yang saya pakai bermerek GranTec non Wifi (walaupun di ISP sini mendukung wifi hotspot) harga beli tahun 2009 Rp. 1,7 juta. Keputusan memakai IP Camera yang non Wifi karena gambar rekaman bergantung pada jaringan, jika sinyal yang didapat rendah, maka gambar pun kurang bagus (bisa goyang patah-patah kayak penyanyi dangdut, hehe)


Produk IP Camera lainnya yang saya pakai bermerek Vilar, kali ini saya beli IP Camera PAN/TILT (bisa gedek-gedek kanan kiri atas bawah) OUTDOOR (tidak silau) untuk halaman parkir, kali ini harga yang saya beli bulan Januari 2010 adalah Rp. 2,1 jt dan lebih gila lagi karena ada Cash Back hingga Ratusan Ribu Rupiah. Sehingga saya bisa saja mendapatkan IP Camera bisa Gedek-Gedek hanya Rp. 1 jutaan. BTW, Jika ingin membeli kamera ini, bisa menghubungi saya di IM Chat vicho911@yahoo.com. Terima kasih.




Ohya diatas adalah capture dari IP Camera yang telah dipasang di Yofe.Net Internet Hotspot Surabaya (www.yofenet.com)


blog.victoricohidayanto.com 

Postingan populer dari blog ini

Sewa / Rental Motor di Surabaya

Sudah dua orang teman yang menanyakan tentang rental / sewa motor di surabaya, apakah memang ada? Bukannya motor lebih cepat hilang/dicuri daripada mobil? siapa yang mau menyewakan motornya? Naah, dari pertanyaan tersebut, ternyata memang ada tempat sewa / rental motor di Surabaya, namanya MotoRent, di Jakarta, motorent sudah memiliki banyak client (dalam hal ini adalah perusahaan yang memerlukan motor untuk pegawainya).

RIM Beri Garansi BlackBerry 2 Tahun di Indonesia, Maknyuss!!

Research in Motion (RIM) semakin memanjakan konsumennya. Hari ini RIM mengumumkan model garansi baru selama 24 bulan bagi pengguna BlackBerry di Indonesia. Layanan tersebut berlaku untuk pembelian BlackBerry mulai 15 Juli lalu. Mulai saat itu, pembeli mendapatkan kartu garansi yang dikeluarkan salah satu dari tiga distributor lokal, yaitu PT Teletama Artha Mandiri, PT Comtech Cellular, dan PT Selular Media Infotama.

Penanganan Cyber Crime Butuh Keseriusan Semua Pihak

Upaya penanganan cybercrime membutuhkan keseriusan semua pihak. Ini mengingat teknologi informasi khususnya internet telah dijadikan sebagai sarana membangun masyarakat yang berbudaya informasi.   Begitu pula keberadaan undang-undang yang mengatur cybercrime, kata ERLANGGA MASDIANA Kriminolog Universitas Indonesia, memang diperlukan. "Akan tetapi apalah arti undang-undang jika pelaksana dari undang-undang tidak memiliki kemampuan atau keahlian dalam bidang itu. Dan masyarakat yang jadi sasaran dari undang-undang tersebut tidak mendukung tercapainya tujuan pembentukan hukum tersebut,”ujar ERLANGGA, dalam siaran persnya. ERLANGGA menjelaskan meski Indonesia menduduki peringkat pertama dalam cybercrime di 2004, namun jumlah kasus yang diputus pengadilan tidaklah banyak. Dalam hal ini angka   dark number   cukup besar dan data yang dihimpun Polri juga bukan data yang berasal dari investigasi Polri.