Langsung ke konten utama

Sepuluh Alasan Jangan Beli iPhone 4



Ini dia sepuluh alasan untuk tidak membeli smartphone terbaru buatan Apple yang tidak direkomendasikan Concumer Reports. Namun setidaknya Apple telah menggunakan strategi pemasaran yang bagus untuk mendongkrak penjualan ponsel tersebut, meskipun akhirnya mengecewakan penggunanya.

Berikut adalah sepuluh alasan mengapa iPhone 4 tak layak dibeli:


1. Mahal.
Di Amerika saja, smartphone buatan Apple ini dibanderol dengan harga paling murah US$ 199 (sekitar Rp 1,8 juta) untuk versi 16 Gigabita dan US$ 299 (sekitar Rp 2,7 juta) untuk 32 GB. Ketika sampai di Indonesia, tentunya harga ponsel ini diperkirakan akan lebih dari Rp 3 jutaan. Bandingkan jika Anda membeli smartphone BlackBerry versi paling murah dengan harga di pasaran Indonesia yang kini sudah turun menjadi Rp 2 jutaan.



2. iPhone 4 anti teknologi
Ponsel ini tak dapat digunakan untuk berbagai fitur yang bisa digunakan bersama perangkat selain buatan Apple. Contohnya, tidak bisa dipakai berbarengan mengakses Wi-Fi.

3. Tidak ada Flash
Layanan Flash yang dapat digunakan untuk memutar video menjadi aplikasi yang "wajib" ada untuk setiap smartphone. Tapi iPhone 4 tak memiliki layanan tersebut.

4. Tidak multitasking.
Mau mencoba pesan cepat atau instant messaging di iPhone, ternyata tidak secepat yang semestinya. Pengguna harus membuka aplikasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada pesan di kotak pesan Anda.

5. Kemampuan baterainya sama seperti smartphone pada umumnya.
Kalau Bos Apple Steve Jobs menggembar-gemborkan waktu stand by iPhone 4 paling lama diantara smartphone lainnya, yakni sampai 300 jam. Ternyata kemampuan itu sama saja seperti ponsel lainnya. HTC misalnya justeru lebih multitasking dengan kualitas kamera dan layar yang lebih baik.

6. Butuh uang untuk setiap pengembangan aplikasi.
Tak henti-hentinya pengguna iPhone 4 mengeluarkan uang untuk mengembangkan berbagai aplikasi, misalnya versi khusus dari iPlayer BBC, NatWest Phone Banking, Eon's meter reader.

7. Kualitas headphone buruk
Anda bisa mendengarkan apa saja yang didengarkan seseorang di sebelah Anda yang menggunakan iPhone atau iPod asli buatan Apple.

8. iPhone 4 tidak dirancang dengan baik
Tidak ada alasan bahwa smartphone memiliki area sensitif yang akan mempengaruhi kualitas sinyal atau berpengaruh jika digunakan dalam jangka waktu lama.

9) Biaya satnav
Nokia dan Google Android menyediakan fasilitas satelit dan navigasi secara gratis. Sementara untuk menggunakan aplikasi satnav pada iPhone, pengguna perlu merogoh kocek sekitar 19,99 Poundsterling, itu pun dengan tawar menawar.

10. Tidak ada perangkat pendukung seperti docks
Tidak seperti iPod dan iPhone yang memiliki docks sebagai perangkat pemutar musik portabel yang memungkinkan untuk mendengarkan musik lebih asyik, tidak ada docks cocok untuk iPhone 4.


blog.victoricohidayanto.com | source

Dapetin KEAJAIBAN dengan klik link ini:

Postingan populer dari blog ini

Sewa / Rental Motor di Surabaya

Sudah dua orang teman yang menanyakan tentang rental / sewa motor di surabaya, apakah memang ada? Bukannya motor lebih cepat hilang/dicuri daripada mobil? siapa yang mau menyewakan motornya? Naah, dari pertanyaan tersebut, ternyata memang ada tempat sewa / rental motor di Surabaya, namanya MotoRent, di Jakarta, motorent sudah memiliki banyak client (dalam hal ini adalah perusahaan yang memerlukan motor untuk pegawainya).

RIM Beri Garansi BlackBerry 2 Tahun di Indonesia, Maknyuss!!

Research in Motion (RIM) semakin memanjakan konsumennya. Hari ini RIM mengumumkan model garansi baru selama 24 bulan bagi pengguna BlackBerry di Indonesia. Layanan tersebut berlaku untuk pembelian BlackBerry mulai 15 Juli lalu. Mulai saat itu, pembeli mendapatkan kartu garansi yang dikeluarkan salah satu dari tiga distributor lokal, yaitu PT Teletama Artha Mandiri, PT Comtech Cellular, dan PT Selular Media Infotama.

Roy Suryo Minta Ariel Diuji Secara Fisik

Untuk membuktikan kebenaran mengenai siapa yang berperan dalam video mesum mirip artis, pakar telematika Roy Suryo mengatakan bahwa ketiga artis yang diduga berperan sebagai pemain porno diminta melakukan uji secara fisik. Ini untuk membuktikan mengenai siapa yang benar-benar menjadi pelakunya. "Saya menyarankan untuk mereka (Ariel, Luna Maya dan Cut Tari) diminta keterangan dan diuji secara fisiknya. Kita contoh kasus Maria Eva dengan Yahya Zaini, saat itu dia mengaku bahwa itu dirinya dan kasusnya selesai. Tapi dalam kasus ini pelaku yang diduga di video tersebut kabar yang saya dengar belum mengakui, itu yang membuat kasus ini berlarut," ujar Roy usai mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/6) sore.