Langsung ke konten utama

Sosok Manis Dibalik Kesuksesan Facebook



Sheryl Sandberg
Hampir setiap Senin pagi, sebelum jarum jam mengarah ke pukul 10.00 waktu setempat, Sheryl Sandberg wajib mengirimkan email ke bos besar Facebook, Mark Zuckerberg.

"Kami selalu rutin mengirimkan email. Saya hanya menulis 'Coming In?' dan ia hanya membalas 'On my Way'," kata Sanberg

Ritual seperti itu selalu terjadi sejak Sandberg bergabung di Facebook dua tahun silam sebagai chief operating officer. Senin menjadi waktu yang sibuk baginya, sebab biasanya petinggi Facebook selalu melakukan evaluasi. Tak hanya Zuckerberg tapi juga chief executive lainnya. Umumnya yang dibicarakan adalah kelanjutan pembicaraan rapat akhir pekan yang juga dilakukan setiap Jumat malam. Topik-topik seperti, strategi, SDM, dan kesepakatan dengan perusahaan lain menjadi makanan sehari-hari perempuan kelahiran 1969 tersebut.

Nama Sandberg memang jauh dari sorotan Media, jika dibandingkan dengan Zuckerberg. Tapi perlu diketahui ditangannyalah semua urusan operasional Facebook dipegang. Sandberg adalah sosok sahabat paling berharga Zuckerberg. Pertemuan rutinnya dengan Zuckerberg yang selalu tertutup telah membantu menjaga pertumbuhan pesat Facebook hingga mampu membius 500 juta pengguna.

Sejak mantan Vice President of Global Online Sales and Operations Google itu mengambil alih operasional Facebook, 'kehidupan' situs jejaring sosial itu mulai menunjukkan perbaikan. Facebook mencapai salah satu tahap yang bisa disebut ajaib. Di masa pertumbuhan itu, jumlah tenaga kerja meningkat enam kali lipat, menjadi hampir 1.800. Untuk pendapatan, tahun ini Facebook diprediksi meraup USD1,6 miliar . Jadi bisa dilihat bagaimana sentuhan tangan lembut Sandberg menangani operasional di situs yang didirikan sejak 2004 tersebut.

Salah satu alasan tingginya pertumbuhan penjualan di Facebook adalah hubungan dekat Sandberg dengan banyak pengiklan terbesar di dunia. Pengalaman Sandberg sebagai eksekutif senior di Google membawa kontribusi besar untuk kestabilan Facebook, yang telah menderita lama akibat kekacauan hengkangnya beberapa eksekutif dan karyawan di masa-masa awal berdiri.

"Salah satu alasan perusahaan melakukannya dengan baik adalah karena mereka berdua bergaul dengan baik," kata Mike Schroepfer, vice president for engineering Facebook mengomentari Sanberg dan Zuckerberg seperti dilansir New York Times, Senin (4/10/2010)

Istri dari CEO SurveyMonkey, David Goldberg ini sangat fokus pada pengembangan bisnis, perluasan internasional, dan memupuk hubungan dengan pengiklan besar. Selama ini Zuckerberg dianggap hanya fokus pada apa yang paling disukainya, pengembangan Web dan platform tanpa memfokuskan pada hal-hal besar untuk kemajuan Facebook.

"Kombinasi antara Mark dan Sandberg adalah alasan utama Facebook bisa tumbuh menjadi besar," ujar  Donald Graham, the chairman of the Washington Post Company.

Saat ini, ibu dua orang anak itu sedang memiliki tugas besar untuk menyulap citra Zuckerberg setelah kemunculan film 'The Social Network' yang dianggap menyudutkan bosnya.  Di Film tersebut Zuckerberg digambarkan sebagai seorang penyendiri yang mungkin telah mencuri ide Facebook dari orang lain.

"Dia malu dan tertutup dan dia sering tidak tampak sangat hangat untuk orang yang tidak dikenal, tapi dia hangat," kata Sandberg menanggapi komentar miring mengenai Zuckerberg.

"Dia benar-benar peduli tentang orang-orang yang bekerja di sini," bela Sandberg.

Sebagai seorang sahabat, jebolan master Harvard University itu akan membela mati-matian Zuckerberg. Sandberg bahkan tak segan memberikan masukan pada Zuckerberg agar bisa tampil menarik, cerewet dan tetap tenang di tengah pusat perhatian.

Kehadiran Sandberg di Facebook ini juga dianggap berbagai kalangan sebagai faktor yang sedikit mampu meredam persaingan antara Google dan Facebook. Pada saat Sandberg meninggalkan Google, unit yang dipegangnya telah berkembang dari segelintir orang atau sekira 4.000 karyawan, menjadi seperempat dari total karyawan Google. Divisinya menyumbang lebih dari setengah pendapatan perusahaan. Dia juga membantu untuk mendirikan lembaga Filantropi Google.

Eric Schmidt, Chief Executive Google, mengatakan Sandberg adalah 'superstar' Kendati demikian ada sedikit 'cacat' pada diri Sandberg ketika ia membajak sejumlah eksekutif Google dan karyawan. Setidaknya ada 200 mantan karyawan Google yang sekarang bekerja di Facebook.
blog.victoricohidayanto.com | source

Dapetin KEAJAIBAN dengan klik link ini:

Postingan populer dari blog ini

Sewa / Rental Motor di Surabaya

Sudah dua orang teman yang menanyakan tentang rental / sewa motor di surabaya, apakah memang ada? Bukannya motor lebih cepat hilang/dicuri daripada mobil? siapa yang mau menyewakan motornya? Naah, dari pertanyaan tersebut, ternyata memang ada tempat sewa / rental motor di Surabaya, namanya MotoRent, di Jakarta, motorent sudah memiliki banyak client (dalam hal ini adalah perusahaan yang memerlukan motor untuk pegawainya).

Penanganan Cyber Crime Butuh Keseriusan Semua Pihak

Upaya penanganan cybercrime membutuhkan keseriusan semua pihak. Ini mengingat teknologi informasi khususnya internet telah dijadikan sebagai sarana membangun masyarakat yang berbudaya informasi.   Begitu pula keberadaan undang-undang yang mengatur cybercrime, kata ERLANGGA MASDIANA Kriminolog Universitas Indonesia, memang diperlukan. "Akan tetapi apalah arti undang-undang jika pelaksana dari undang-undang tidak memiliki kemampuan atau keahlian dalam bidang itu. Dan masyarakat yang jadi sasaran dari undang-undang tersebut tidak mendukung tercapainya tujuan pembentukan hukum tersebut,”ujar ERLANGGA, dalam siaran persnya. ERLANGGA menjelaskan meski Indonesia menduduki peringkat pertama dalam cybercrime di 2004, namun jumlah kasus yang diputus pengadilan tidaklah banyak. Dalam hal ini angka   dark number   cukup besar dan data yang dihimpun Polri juga bukan data yang berasal dari investigasi Polri.

Kiat Atasi Konflik Pernikahan Tanpa Emosi

Bukanlah hal yang mustahil untuk menyelesaikan konflik tanpa menyulut emosi. Meredam konflik lalu membiarkannya berlarut-larut juga bukan merupakan ide yang bagus. Berikut beberapa langkah menyelesaikan konflik tanpa emosi 1. Klarifikasi Pastikan benar apa yang menjadi masalah Anda dan pasangan. Jangan sampai Anda sudah berbicara panjang lebar, namun tidak sesuai dengan apa yang dirasakan pasangan. Cobalah klarifikasi dulu hal-hal yang Anda berdua akan diskusikan. Salah pengertian bisa menyulut emosi Anda dan pasangan.