Langsung ke konten utama

Video Norman justru memberi kesan bersahabat terhadap sosok polisi

Sebelum liat blog ini, yuk Like Facebook Pagesnya BRIPTU NORMAN, sepertinya bukan Norman sendiri yang membuat facebook pagesnya, tapi gak salah juga klo mau like disini: Tugas sebagai polisi, apalagi di korps paramiliter Brigade Mobile, memang penuh tekanan. Berbeda dengan polisi lainnya, Korps Brimob dibebani fungsi untuk mampu menangani situasi darurat. Misalnya menangani kejahatan yang melibatkan senjata api, atau yang dalam menghadapinya dibutuhkan gerak cepat.

Polisi juga manusia, tentu butuh penyaluran akan hasrat seni yang jelas dimiliki semua manusia. Ingat, seni adalah yang membuat manusia tetap menjadi manusia.

Maka, kita tak perlu bereaksi negatif melihat video yang sedang marak di jejaring sosial kita ini, video yang berisi aksi seorang anggota Korps Brimob (terlihat dari logo di bahu kanan sang petugas) yang menari sambil menirukan sebuah lagu India. Gayanya kocak dan segar.

Si polisi diketahui bernama Norman Kamaru, berpangkat Brigadir Satu. Juru bicara Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Wilson Damanik, Senin (4/4), mengatakan tindakan Norman ternilai tak etis karena dua hal: Norman tengah menggunakan seragam, dan aksinya dilakukan saat tugas. Polisi, kata Wilson, juga akan mengusut bagaimana video itu bisa menyebar di YouTube.

Lagu India yang dinyanyikan Norman itu adalah "Chaiyya Chaiyya", dinyanyikan oleh Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi. Lagu ini muncul di film Dil Se (1998) yang dibintangi Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Pengarah musiknya adalah AR Rahman, yang lalu memenangi Oscar pada 2009 lewat aransemen musik dan lagu-lagu di Slumdog Millionaire (2008).
Menurut Koran Tempo Rabu (6/4), Norman, 26 tahun, baru setahun lima bulan menjadi polisi. Pria kelahiran Gorontalo itu menyanyikan Chaiyya Chaiyya sambil duduk dan berjoget di pos rumah dinas milik Brimob di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Kata AKBP Wilson Damanik, Norman memang dikenal suka menyanyi lagu India. "Kalau ada acara di Polda, ia selalu menyumbangkan lagu," ujarnya. Norman, kata dia, tengah menghibur temannya untuk mengusir kejenuhan saat piket.

Norman mendapat banyak pembelaan. Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Novel Ali, mengatakan sanksi apa pun untuk Norman tidaklah tepat. Memang, kata dia, selama berseragam polisi dilarang cengengesan atau bernyanyi. Tapi Norman tak melakukan pelanggaran signifikan. "Polisi itu juga tak sedang mabuk atau menggunakan narkoba," kata dia.

Di ranah maya, dukungan untuk Norman mengalir. Selain di Facebook dan Twitter, di artikel ini sendiri, dari 10 ribuan komentar pada Rabu pagi, sebagian besar memberi apresiasi terhadap aksi Norman.

Komentar seorang pengguna Yahoo! bernama Novan S, video Norman justru memberi kesan bersahabat terhadap sosok polisi atau Brimob. Sehingga, kata Novan, ketika melihat polisi orang tak hanya mengingat "ditilang", "galak", atau justru mengingatkan diri agar jangan melihat polisi karena "bahaya".

source

Postingan populer dari blog ini

Sewa / Rental Motor di Surabaya

Sudah dua orang teman yang menanyakan tentang rental / sewa motor di surabaya, apakah memang ada? Bukannya motor lebih cepat hilang/dicuri daripada mobil? siapa yang mau menyewakan motornya? Naah, dari pertanyaan tersebut, ternyata memang ada tempat sewa / rental motor di Surabaya, namanya MotoRent, di Jakarta, motorent sudah memiliki banyak client (dalam hal ini adalah perusahaan yang memerlukan motor untuk pegawainya).

RIM Beri Garansi BlackBerry 2 Tahun di Indonesia, Maknyuss!!

Research in Motion (RIM) semakin memanjakan konsumennya. Hari ini RIM mengumumkan model garansi baru selama 24 bulan bagi pengguna BlackBerry di Indonesia. Layanan tersebut berlaku untuk pembelian BlackBerry mulai 15 Juli lalu. Mulai saat itu, pembeli mendapatkan kartu garansi yang dikeluarkan salah satu dari tiga distributor lokal, yaitu PT Teletama Artha Mandiri, PT Comtech Cellular, dan PT Selular Media Infotama.

Roy Suryo Minta Ariel Diuji Secara Fisik

Untuk membuktikan kebenaran mengenai siapa yang berperan dalam video mesum mirip artis, pakar telematika Roy Suryo mengatakan bahwa ketiga artis yang diduga berperan sebagai pemain porno diminta melakukan uji secara fisik. Ini untuk membuktikan mengenai siapa yang benar-benar menjadi pelakunya. "Saya menyarankan untuk mereka (Ariel, Luna Maya dan Cut Tari) diminta keterangan dan diuji secara fisiknya. Kita contoh kasus Maria Eva dengan Yahya Zaini, saat itu dia mengaku bahwa itu dirinya dan kasusnya selesai. Tapi dalam kasus ini pelaku yang diduga di video tersebut kabar yang saya dengar belum mengakui, itu yang membuat kasus ini berlarut," ujar Roy usai mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/6) sore.